Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Talak dan hukum talak 1

    Pengertian Talak Atau rujuk adalah
    Talak

    Pembagian Talak

    Pengertian Talak Atau rujuk adalah :

    • Menurut Ulama mazhab Hanafi dan Hambali mengatakan bahwa talak adalah pelepasan ikatan perkawinan secara langsung untuk masa yang akan datang dengan lafal yang khusus.
    • Menurut mazhab Syafi'i, talak adalah pelepasan akad nikah dengan lafal talak atau yang semakna dengan itu.
    • Menurut ulama Maliki, talak adalah suatu sifat hukum yang menyebabkan gugurnya kehalalan hubungan suami istri.

    Perbedaan definisi diatas menyebabkan perbedaan akibat hukum bila suami menjatuhkan talak Raj'i pada istrinya. Menurut Hanafi dan Hanbali, perceraian ini belum menghapuskan seluruh akibat talak, kecuali iddah istrinya telah habis. 


    Mereka berpendapat bahwa bila suami jimak dengan istrinya dalam masa iddah, maka perbuatan itu dapat dikatakan sebagai pertanda rujuknya suami. Ulama Maliki mengatakan bila perbuatan itu diawali dengan niat, maka berarti rujuk. 


    Ulama syafi'i mengatakan bahwa suami tidak boleh jimak dengan istrinya yang sedang menjalani masa iddah, dan perbuatan itu bukanlah pertanda rujuk. karena menurut mereka, rujuk harus dilakukan dengan perkataan atau pernyataan dari suami secara jelas, bukan dengan perbuatan.

    Asal segi cara suami menjatuhkan

    jenis jenis talak

    Dicermati berasal segi cara suami menjatuhkan talak pada istrinya, talak dibagi sebagai dua, yaitu:

    1. Talak sunni: talak yang dijatuhkan suami pada istrinya serta istri dalam keadaan suci atau tidak bermasalah secara aturan syara', seperti haidh, dan  selainnya.
    2. Talak bid'i: talak yang dijatuhkan suami di istrinya serta istrinya dalam keadaan haid, atau bermasalah dalam pandangan syar'i.

    Dicermati dari segi boleh tidaknya suami rujuk dengan istrinya, maka talak dibagi sebagai 2, yaitu talak raj'i serta talak ba'in.

    1. Talak raj'i: talak yang dijatuhkan suami pada istrinya (talak 1 serta dua) yang belum habis masa iddahnya. Dalam hal ini suami boleh rujuk pada istrinya kapan saja selama masa iddah istri belum habis.
    2. Talak ba'in: talak yg dijatuhkan suami pada istrinya yg sudah habis masa iddahnya. Dalam hal ini, talak ba'in terbagi lagi di 2 yaitu: talak ba'in sughra serta talak ba'in kubra.

    Talak ba'in sughra ialah talak yg dijatuhkan suami pada istrinya (talak 1 serta 2) yang sudah habis masa iddahnya. Suami boleh rujuk lagi menggunakan istrinya, namun dengan aqad dan  mahar yang baru. Sedangkan talak ba'in kubra ialah talak yang dijatuhkan suami di istrinya bukan lagi talak 1 dan  dua tetapi telah talak tiga. 


    Pada hal ini, suami juga masih boleh pulang dengan istrinya, tetapi dengan catatan, sehabis istrinya menikah dengan orang lain serta bercerai secara wajar. Sang sebab itu nikah seorang dengan mantan istri orang lain dengan maksud agar mereka mampu menikah balik  (muhallil) maka beliau dilaknat sang rasulullah saw. 


    Dalam galat satu haditsnya. * talak 2: pernyataan talak yang dijatuhkan sebesar 2 kali serta memungkinkan suami rujuk menggunakan istri sebelum terselesaikan masa iddah * talak 3: pernyataan talak yang bersifat final. Suami serta istri tak boleh rujuk lagi, kecuali oleh istri pernah dikawini sang orang lain lalu diceraikan olehnya.

    syarat per cerai an

    1. Benar-benar suami yang sah. Yaitu keduanya berada dalam ikatan pernikahan yang sah.
    2. Telah Baligh. Tidak dibenarkan jika yang menthalaq adalah anak-anak.
    3. Berakal sehat yaitu tidak gila.
    4. Orang yang menjatuhkan thalaq harus dengan ikhtiar. Tidak sah menjatuhkan thalaq tanpa ikhtiar dan karena terlanjur dalam lisan.
    5. Orang yang menjatuhkan thalaq harus orang yang pintar, mengerti makna dari bahasa thalaq.Tidak sah orang yang tidak mengerti arti thalaq.
    6. Orang yang menjatuhkan thalaq tidak boleh dipaksa tidak sah menjatuhkan thalaq dengan dipaksa.